HR Sustainability Dashboard

PT Indosan Berkat Bersama - Initial Assessment 2025

41/100
2025
ESG Social Score Baseline
70/100
Industri
Rata-rata Sektor Logam
-29
Gap
Di Bawah Standar
Catatan Assessment Awal

Dashboard ini merupakan penilaian baseline pertama untuk PT Indosan Berkat Bersama. Tidak ada data historis untuk perbandingan tahun sebelumnya. Semua penilaian dibandingkan dengan standar ESG Human Resources dan benchmark industri sektor logam & keamanan.

Status: Ini adalah titik awal untuk membangun sistem pengukuran keberlanjutan SDM yang komprehensif.

Executive Summary - Initial Assessment 2025 PERLU PERBAIKAN SIGNIFIKAN

Berdasarkan penilaian baseline ESG Human Resources 2025, perusahaan berada 29 poin di bawah rata-rata industri (41 vs 70) dengan area kritis dalam retensi karyawan dan keberagaman gender. Performa positif tercatat dalam kesehatan dan keselamatan kerja namun memerlukan penguatan sistem.

✅ Kekuatan
0% kecelakaan kerja, 100% asuransi kesehatan, 100% tenaga kerja lokal, memiliki sertifikasi K3 dasar.
🚨 Area Kritis
Turnover sukarela 80%, ketimpangan gender ekstrem (80:20), retensi rendah (rata-rata masa kerja 3-4 tahun).
📋 Baseline Terbentuk
Dashboard ini menjadi baseline untuk pengukuran berkelanjutan. Target 2026: meningkatkan ESG Score ke 55+.
ESG Social Score Baseline
41/100
2025 Baseline
N/A
Tahun Sebelumnya
Skor ESG Pillar Social - Initial Assessment
Standar ESG Human Resources
Minimum Acceptable: 60/100
Industry Average: 70/100
Best Practice: 85+
Perusahaan: 41 Gap: -29 poin Industri: 70
ALERT: Di Bawah Standar Minimum
KONSEKUENSI: Risiko investasi ESG-focused, hambatan tender berkelanjutan, akses pembiayaan terbatas, dampak reputasi perusahaan.
Insight Baseline
Skor 41/100 menempatkan perusahaan di kuartil terbawah performa ESG Social. Perlu peningkatan 29 poin untuk mencapai rata-rata industri. Faktor penyumbang terbesar: turnover tinggi (80%) dan ketimpangan gender (80:20).
Retensi vs Standard ESG
80%
Turnover 2025
N/A
Tahun Sebelumnya
Rata-rata masa kerja: 3-4 tahun | Turnover sukarela
GRI 2-6, 401-1
Standar ESG Human Resources
Maximum Acceptable: 15% turnover
Industry Average: 20%
Best Practice: <10%
Target Masa Kerja: 5+ tahun
Perusahaan: 80% Gap: +65% Standard: 15%
ALERT: Melebihi Standard 5.3x
KONSEKUENSI: Biaya rekrutmen & training tinggi, kehilangan knowledge & kontinuitas operasional, rendahnya loyalitas karyawan, sinyal budaya kerja bermasalah.
Insight vs Standard ESG
Turnover 80% = 5.3x lebih tinggi dari standard ESG (15%). Rata-rata masa kerja 3-4 tahun = di bawah target standard (5+ tahun). Setiap 1% peningkatan turnover = tambahan biaya Rp 500 juta - 1 miliar/tahun.
Keberagaman vs Standard ESG
20%
Perempuan 2025
N/A
Tahun Sebelumnya
Rasio Gender: Laki-laki 80% | Perempuan 20%
GRI 2-7, 405-1
Standar ESG Human Resources
Minimum Standard: 30% perempuan
Industry Average: 35%
Best Practice: 40-60%
Target Board Diversity: Min 30%
Perusahaan: 20% Gap: -15% Minimum: 30%
ALERT: Di Bawah Minimum Standard
KONSEKUENSI: Potensi diskriminasi, keterbatasan perspektif pengambilan keputusan, risiko reputasi, kehilangan 50% talenta pasar, tidak memenuhi standard tender pemerintah.
Insight vs Standard ESG
Rasio 20% perempuan = 10 poin di bawah minimum standard ESG (30%). Perusahaan kehilangan 50% potensi talenta pasar. Tim yang beragam menghasilkan 20-30% lebih banyak inovasi - perusahaan beroperasi dengan kapasitas terbatas.
K3 vs Standard ESG
0%
Kecelakaan 2025
N/A
Tahun Sebelumnya
Tingkat kecelakaan kerja (TRIR) - lebih rendah lebih baik
GRI 403-1, 403-2, 403-9
Standar ESG Human Resources
Maximum Acceptable: 2% kecelakaan
Industry Average: 1.5%
Best Practice: <0.5%
Health Check: 100% karyawan
Perusahaan: 0% Excel: -2% Maximum: 2%
Asuransi Kesehatan
100%
vs Standard
Standard ESG: 100%
Pemeriksaan Kesehatan
70%
↓30%
Standard ESG: 100%
Sertifikasi K3
TERBATAS
↓100%
Standard: Seluruh Operasi
Insight vs Standard ESG
0% kecelakaan = melebihi standard ESG (2%) dan best practice (0.5%). Namun, cakupan sertifikasi K3 terbatas = risiko compliance dan audit. Pemeriksaan kesehatan 70% = 30% di bawah standard (100%) - karyawan berpotensi memiliki masalah kesehatan tidak terdeteksi.
Komposisi Kerja vs Standard ESG
105
Karyawan 2025
N/A
Tahun Sebelumnya
Total karyawan | 100% tenaga kerja lokal Jakarta
GRI 2-6, 2-7
Standar ESG Human Resources
Karyawan Tetap: Min 70% dari total
Local Hiring: Min 80% (TERPENUHI: 100%)
Contract Workers: Max 25% dari total
Succession Planning: Harus tersedia
Karyawan Tetap: 50.5% Gap: -19.5% Standard: 70%
50.5%
Karyawan Tetap
Standard ESG: 70%
48.6%
Karyawan Kontrak
Standard ESG: Max 25%
0.9%
Paruh Waktu
Standard ESG: 5%
100%
Tenaga Lokal
Standard ESG: 80%
Insight vs Standard ESG
Komposisi karyawan tetap 50.5% = 19.5 poin di bawah standard ESG (70%). Karyawan kontrak 48.6% = 23.6 poin di atas batas maksimum (25%). Ini menunjukkan ketergantungan tinggi pada pekerja kontrak = risiko stabilitas dan komitmen jangka panjang.
Rekrutmen vs Standard ESG
33.3%
Rekrutmen 2025
N/A
Tahun Sebelumnya
35 karyawan baru dari total 105 karyawan
Standar ESG Human Resources
Normal Recruitment: 10-15% dari total
High Turnover Alert: >20%
Training Hours/Year: Min 40 jam
Succession Coverage: Min 75% posisi kunci
Perusahaan: 33.3% Gap: +18.3% Maximum: 15%
ALERT: Recruitment Rate Tinggi
KONSEKUENSI: Perusahaan terus dalam mode training dasar, biaya onboarding tinggi, tekanan pada karyawan existing untuk mentoring, budaya perusahaan sulit terbentuk.
Insight vs Standard ESG
Rekrutmen 33.3% = 2.2x lebih tinggi dari batas maksimum standard (15%). Ini adalah dampak langsung dari turnover 80%. Perusahaan menghabiskan 30-40% waktu produktif untuk training dasar ketimbang pengembangan lanjutan.
ESG Improvement Roadmap 2026
55+
Target 2026
41
Baseline 2025
+14 poin dari baseline
Target peningkatan ESG Social Score tahun pertama
Priority 1: Reduce Turnover
  • Target: Turunkan dari 80% ke 50% (-30%)
  • Actions: Exit interviews, competitive compensation, clear career paths
  • ESG Impact: +8 poin pada ESG Score
  • Timeline: Q1-Q4 2026
Priority 2: Improve Gender Diversity
  • Target: Tingkatkan dari 20% ke 25% perempuan (+5%)
  • Actions: Targeted recruitment, mentorship, policy review
  • ESG Impact: +3 poin pada ESG Score
  • Timeline: Recruitment cycles 2026
Priority 3: Strengthen Workforce Stability
  • Target: Tingkatkan karyawan tetap dari 50.5% ke 60%
  • Actions: Contract-to-permanent conversion program
  • ESG Impact: +3 poin pada ESG Score
  • Timeline: Mid-year review 2026
ESG Score Projection 2026
Baseline 2025: 41/100
Priority 1 Impact: +8 poin
Priority 2 Impact: +3 poin
Priority 3 Impact: +3 poin
Projected 2026: 55/100 (+14 poin dari baseline)
ESG Human Resources Benchmark Summary
CRITICAL GAP (>20% below)
Turnover Rate & Gender Diversity
Turnover 80% vs standard 15% | Gender 20% vs standard 30%
SIGNIFICANT GAP (10-20% below)
Permanent Workforce & Health Check
Permanent 50.5% vs standard 70% | Health check 70% vs 100%
MEETS STANDARD
Safety Performance & Local Hiring
0% accidents vs 2% standard | 100% local hiring vs 80% standard
EXCEEDS STANDARD
Workplace Safety
0% accident rate exceeds best practice standard of 0.5%
NO BASELINE DATA
Training Hours & Succession Planning
No data on training hours/year or succession planning coverage
DATA COLLECTION PRIORITY
Missing Metrics for Full Assessment
Need to establish tracking for: Training hours, Succession planning, Employee satisfaction surveys